Macam-Macam Pintu atau Jalan Menuju Zina

Dalam Kehidupan kita sehari-hari tak lepas dari dosa. Maka dari itu dalam al-Qur'an dan Hadits kita dianjurkan untuk selalu beristighfar setiap saat. Zina merupakan Perbuatan yang sangat keji. Untuk mengetahui hukum dan dalil hadits tentang zina, silahkan dilihat artikel sebelumnya yaitu Pengertian Zina, Hukum Zina, Macam-Macam Zina, Hukuman Pezina, Dan Hadits Tentang Zina. Setelah kita tahu pengertian dari zina,hukum,dan macam-macamnya. Perlu juga kita ketahui Macam-Macam Pintu atau Jalan Menuju Zina, yang terangkum dari berbagai sumber sebagai berikut :

1. Pintu atau Jalan Zina Yang Pertama, yaitu pandangan mata (al-Lahazhat)
pintu-jalan-menuju-zina
Tak dapat dipungkiri penglihatan atau pandangan biasanya tak kita rasakan, atau kadang kita juga terlalu sering meremehkan tak menganggapnya sebuah dosa. Padahal Pintu Berzina dalam Pandangan Ini merupakan gerbang utama menuju zina. Orang yang melepaskan pandangannya tanpa kendali, bisa terjerumus pada jurang kebinasaan. Dalam musnad Imam Ahmad, di riwatkan dari Rasulullah saw, “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Barang siapa yang memalingkan pandanganya dari kecantikan wajah seorang wanita, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai hari kiamat”. Pandangan bisa menjadi muara musibah yang menimpa manusia. Pandangan akan melahirkan lintasan dalam benak, pikiran dan syahwat. Dari syahwat inilah timbul keinginan. Keinginan ini menjadi kuat dan berubah menjadi niat yang bulat. Akhirnya, yang sebelumnya hanya melintas dalam pikiran menjadi kenyataan. Karena ujung pangkalnya perbuatan zina yang keji ini adalah pandangan mata, maka Allah mendahulukan perintah untuk memalingkan pandangan mata sebelum perintah untuk menjaga kemaluan (QS. An-Nuur: 30-31). Banyak musibah yang asalnya hanya pandangan. Bak kobaran api yang besar, mulanya berasal dari kobaran api yang kecil. Awalnya hanya pandangan, kemudian khayalan, lalu tingkah nyata, dan terjadilah zina. Ironisnya, justru pintu ini yang sekarang banyak yang terbuka lebar. Maraknya tayangan televisi yang mengumbar aurat, kian menjamurnya para remaja yang berpakaian minim, menjadi celah besar yang bisa menjerat pandangan menuju zina. Di sinilah hikmahnya, mengapa Allah mewajibkan Muslimah menutup aurat.

2. Pintu atau Jalan Zina Yang Kedua, yaitu Pendengaran.
Iya Pendengaran pun bisa menjadi jalan mendekati zina, bila mendengarkan nyanyian-nyanyian yang diiringi musik, dan isinya tentang cumbu dan rayu atau cinta dan kasih dan lain-lain tentunya akan menimbulkan syahwat yang menggebu-nggebu. Maka jelaslah dari bahaya nyanyian syahwat tersebut maka semua ulama sepakat untuk mengharamkan. Bahkan ada yang berkedok lewat sms Islami kepada lawan jenis, seperti sms hadits, sms tahajud dan akhirnya menjadi sms pacaran dsb. Memang iblis menggunakan segala cara untuk menjerumuskan manusia kedalam lembah kehinaaan.
Oleh karena itu Allah berfirman kepada para istri-istri Nabi Muhammad SAW yang mereka itu adalah contoh teladan bagi seluruh kaum wanita muslimah :
"Maka janganlah kalian (wanita mu'minah) tunduk (lemah) dalam pembicaraan sehingga menimbulkan keinginan pada orang-orang yang dihatinya ada penyakit...)". (Q.S. Al-Ahzab: 32).

3. Pintu atau Jalan Zina Yang Ketiga, yaitu Mengkhayal (al-Khatharat).
Bermula dari Pandangan kemudian mendengar suara lawan jenis yang bukan mahromnya, tak dapat kita bendung kadang kita tergiur untuk menghayal. Dari sinilah lahirnya keinginan untuk melakukan sesuatu yang akhirnya berubah menjadi sesuatu yang bulat. Siapa yang mampu mengendalikan pikiran yang melintas di benaknya, niscaya ia mampu mengendalikan diri dan nafsunya. Sebaliknya, orang yang tak bisa mengendalikan pikiranya, hawa nafsunyalah yang berbalik menguasainya. Pikiran itu akan terus melintas dalam benak dan hati seseorang. Sehingga akhirnya akan menjadi angan-angan tanpa makna. Orang yang paling buruk cita-citanya dan paling hina adalah orang yang merasa puas dengan angan-angan kosong terbawa mimpi tidur. Dia pegang angan-angan itu untuk dirinya dan dia pun merasa bangga dan senang. Padahal, angan-angan kosong adalah modal orang-orang pailit dan dagangan para pengangguran serta makanan pokok bagi jiwa yang kosong. Angan-angan lahir dari sikap malas dan tidak mampu. Ia melahirkan sikap lalai yang selanjutnya berbuah penderitaan dan penyesalan. Orang yang menjadikan angan-angan sebagai pelampiasan nafsunya, akan mengubah gambaran realita yang dia inginkan, mendekap, memeluknya erat-erat. Selanjutnya ia akan puas dengan gambaran palsu yang dikhayalkannya itu. Padahal semua itu tidak akan membawa manfaat. Sama seperti orang lapar yang menghayalkan makanan yang enak tapi tidak pernah bisa mengenyangkannya. Para pemuda muslim kini banyak yang di bujuk dan di matikan inovasinya dengan khayalan-khayalan kosong.

4. Pintu atau Jalan Zina Yang Keempat, yaitu kata-kata atau ucapan (al-Lafazhat)
Tak hanya pada Pandangan, pendengaran, ataupun khayalan. kata-kata/ ucapan kitapun kadang bisa menyebabkan jalan menuju zina. Kalau ingin memngetahui apa yang di dalam hati seseorang, maka lihatlah ucapannya. Ucapan itu akan menjelaskan apa yang ada di dalam hati seseorang. Yahya bin Mu’adz memaparkan, hati bagaikan panci yang sedang menggedok apa yang ada di dalamnya. Lidah bagaikan gayungnya. Perhatikanlah seseorang saat dia berbicara. Lidah orang itu sedang menciduk apa yang ada di dalam hatinya, manis atau tawar atau asin. Nabi saw. pernah di Tanya tentang hal yang paling banyak memasukan orang ke dalam neraka. Beliau menjawab, “Mulut dan kemaluan,” (HR At-Tirmidzi)

Mu’adz bin jabal pernah bertanya kepada Nabi saw. terntang amal apa yang dapat memasukan orang kedalam surga dan menjauhkan nya dari neraka. Lalu Nabi saw. memberitahukan tentang pokok, tiang, dan puncaknya yang paling tinggi dari amal tersebut, setelah itu beliau bersabda, “bagaimana kalau aku beritahu pada kalian inti dari itu semua?” Dia berkata,” Ya , wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah memegang lidahnya sendiri dan berkata, jagalah olehmu yang satu ini.” Maka Mu’adz berkata,”Adakah kita bisa di siksa karena apa yang kita ucapkan?” beliau menjawab, “ibumu kehilangan engkau ya Mu’’adz, tidaklah yang dapat menyungkurkan banyak manusia ke atas wajah mereka (ke neraka) kecuali hasil (ucapan) lidah-lildah mereka?” (HR At-Tirmidzi)

Abu Bakar Ash-Shidiq pernah memegang lidahnya dan berkata, “inilah yang memasukkan aku ke dalam berbagai masalah.” Ucapan adalah tawanan. Jika sudah keluar dari mulut berarti andalah yang menjadi tawanannya. Allah selalu memonitor lidah setiap kali berbicara, “Tak satu ucapan pun yang di ucapkan kecuali ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir,” (QS. Qaf: 18). Pada lidah itu terdapat dua penyakit besar. Jika seseorang selamat dari salah satu , maka dia tidak bisa lepas dari penyakit satunya lagi. Yaitu, penyakit berbicara dan penyakit diam. Dalam satu kondisi, bisa jadi salah satu dari keduanya akan mengakibatkan dosa yang lebih besar dari yang lain. Orang yang diam terhadap kebenaran ibarat setan yang bisu. Orang yang berbicara dengan kebatilan, adalah setan yang berbicara.

5. Pintu atau Jalan Zina Yang KeLima, yaitu Perbuatan (al-Khatahwat)
Dari Pintu atau Jalan menuju zina dari keempat yang dijelaskan diatas Jalan Perbuatan Ini yang sangat keji. Mata yang sudah terbiasa melihat kemaksiatan akan melahirkan angan-angan kosong. Khayalan akan melahirkan kata-kata yang jorok dan gosip murahan. Semua itu berakhir dengan tindakan konkret berupa perzinaan, pergaulan bebas dan seabrek perilaku maksiat lainnya. Perilaku zina tak semata terjadi ketika dua alat kelamin bertemu. Semua anggota tubuh berpeluang untuk melakukan zina. Dari Abu Hurairah Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina, yang ia pasti mengetahuinya. Zina mata berupa pandangan, zina lisan berupa ucapan, jiwa yang menginginkan dan mengharap. Dan kemaluan yang membenarkan atau mendustainya,” (Muttafaqun ‘alaihi).

Demikianlah Macam-Macam Pintu atau Jalan Menuju Zina. Semoga Bermanfaat buat pembaca semua dan khusunya bagi pribadi penulis sendiri. Semoga kita dapat menjaga diri kita agar dijauhkan dari pintu-pintu yang menuju jalan perbuatan keji yaitu zina. aamiin...